Khasiat Brotowali bisa Membunuh cacing ?

Khasiat Brotowali bisa Membunuh cacing ?

Brotowali adalah Tanaman yang mempunyai rasa pahit yang luar biasa,rasa pahit yang terdapat pada rempah herbal memang selalu di juluki sebagai obat tradisional yang sangat manjur, karna rasa pahit nya sudah dipastikan bahwa kuman dan bakteri takut dan tidak berani tinggal di tubuh kita, pengetahuan ini memang sudah di berikan turun temurun kepada sang nenek moyang kita.

Konon rasa pahit dari jamu / tanaman herbal dipercaya dapat membunuh cacing dan bisa digunakan sebagai penambah nafsu makan seseorang. Lalu apakah sama halnya dengan Brotowali ?? Rempah yang juga mempunyai rasa pahit yang luar biasa ini.

Brotowali (Tinospora crispa (L.)MIERS.) merupakan tumbuhan obat dari famili menispermaceae yang serbaguna, yah brotowali memang sudah sejak dulu dijadikan sebagai tanaman obat tradisional, sejak awal dikenalnya brotowali sudah menjadi keluarga obat herbal yang mempunyai story lebih kuat dari pada rempah herbal lainnnya.

Sejak dahulu Brotowali digunakan untuk obat berbagai penyakit seperti rematrik, kencing manis, sakit kuning, dan beberapa penyakit lainnya.

Seluruh tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal Batangnya digunakan untuk pengobatan rematik, memar, demam, merangsang nafsu makan, sakit kuning, cacingan, dan batuk. Air rebusan daun brotowali dimanfaatkan untuk mencuci luka atau penyakit kulit seperti kudis dan gatal- gatal, sedangkan air rebusan daun dan batang untuk penyakit kencing manis. Sebagai obat tradisional air rebusan batang atau ranting brotowali manjur untuk mengobati penyakit malaria, demam, penyakit kulit, serta membersihkn ginjal dan menyembuhkan luka.

Sungguh luar biasa tanaman ini sangat menjadi tanaman yang bisa diandalkan, kenapa tidak ?? penamanan tanaman ini juga sangat mudah , hanya tinggal menancapkanbatang brotowali tanaman ini akan tumbuh dengan baik dan siap digunakan oleh penaburnya, karena system tanam stek juga sangat sesuai di terapkan di tanah Indonesia.

Tanaman brotowali merupakan tumbuhan liar di hutan, ladang atau ditanam dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai tempat panas, termasuk golongan perdu,memanjat, tinggi batang sampai 2.5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil rapat, rasanya pahit. Daun tunggal bertangkai berbentuk seperti jantung atau agak bulat telur berujung lancip panjang 7- 12 cm, lebar 5-10 cm. Bunga kecil warna hijau muda berbentuk tandan semu. Diperbanyak dengan stek.

Lalu apa saja yang terdapat pada Brotowali sehingga semua tanamnya bisa di gunakan sebagai obat herbal yang sangat berkhasiat, Sifat dan Khasiat Brotowali adalah Tanaman yang dapat mengatasi: rematik artritis, rematik sendi pinggul (sciatica), memar, demam, merangsang nafsu makan, demam kuning, kencing manis dan malaria (Perry, 1980; Pushpangadan dan Atal, 1984)..

Kandungan Kimia yang terdapat pada Tanaman Brotowali Tanaman brotowali adalah sangat banyak mengandung bahan seperti alkaloid, dammar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin dan kolumbin) (Umi et al., 1995; Pachaly et al., 1992).

Tak hanya itu menurut (Umi and Noor., 1995; Pachaly et al., 1992) Brotowali banyak mengandung alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin dan kolumbin. Masyarakat Indonesia secara turun-temurun menggunakan tanaman brotowali untuk pengobatan rematik artritis, rematik sendi pinggul (sciatica), memar, demam, merangsang nafsu makan, demam kuning, kencing manis dan malaria (Perry, 1980; Pushpangadan dan Atal, 1984).

Menurut (Perry, 1980; Pushpangadan dan Atal, 1984), Kulit kayu tanaman brotowali banyak mengandung alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin dan kolumbin.

Sungguh banyak manfaat dari tanaman lebat ini , sekilas memang hampir seperti tanaman daun sirih namun bila diamati secara detail mereka sangat berbeda .! Masyarakat Indonesia secara turun-temurun menggunakan tanaman brotowali untuk pengobatan rematik artritis, rematik sendi pinggul (sciatica), memar, demam, merangsang nafsu makan, demam kuning, kencing manis dan malaria.

Jamu berupa ramuan tradisional sebagai salah satu upaya pengobatan telah dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tujuan : mengobati penyakit ringan, mencegah datangnya penyakit, menjaga ketahanan dan kesehatan tubuh, serta untuk tujuan kecantikan.

REFERENSI

  • Perry LM. 1980. Medicinal plants of southeast Asia. The Mitt Press, Cambridge USA
  • Pushpangadan P and Atal CK. 1984. Ethno-Medico Botanical Investigation in Kerala. J. Ethnopar. 2: 59 – 77
  • Umi K Y and Noor H. 1995. Flavone-O-glycosides from Tinospora crispa. Fitoterapia 66(3): 280
  • Pachaly P., Adnan AZ and Will G. 1992. NMR assignments of N-acetylaporphine alkaloids from Tinospora crispa. Planta Medica 58(2): 184-187

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *